Porsche Rebut Kembali Rekor Kecepatan EV Nürburgring Dengan Taycan Turbo GT yang Disetel Manthey

0
54

Porsche secara resmi merebut kembali gelar kendaraan listrik produksi tercepat di “Neraka Hijau” Nürburgring. Produsen mobil asal Jerman ini mencapai prestasi ini dengan Taycan Turbo GT yang banyak dimodifikasi, ditingkatkan dengan paket performa baru yang dikembangkan bekerja sama dengan spesialis balap Manthey.

Mengemudikan mobil tersebut, pembalap pengembangan Porsche Lars Kern mencatat waktu putaran 6:55.553. Hasil ini penting bukan hanya karena kecepatannya, namun juga karena mengakhiri periode singkat di mana pabrikan asal Tiongkok, Xiaomi, memegang posisi teratas. Waktu Porsche baru ini sembilan detik lebih cepat dibandingkan spesifikasi produksi Xiaomi SU7 Ultra, yang sebelumnya mencatat waktu putaran 7:04.957.

Konteks Utama: Meskipun prototipe Xiaomi mencatatkan rekor 6:22.091 pada bulan Juni 2025, angka tersebut tidak dihitung dalam catatan produksi resmi. Pencapaian Porsche memvalidasi Taycan Turbo GT sebagai senjata balap yang sah, membuktikan bahwa teknologi yang sudah mapan masih dapat mengungguli pesaing baru yang berfokus pada tenaga.

Merekayasa Senjata Lintasan

Lonjakan kinerja bukan sekadar perubahan perangkat lunak; ini adalah hasil perombakan perangkat keras yang komprehensif. Manthey Kit dikembangkan bersama oleh pusat Weissach Porsche dan para insinyur Manthey di Meuspath, yang diambil langsung dari warisan motorsport. Tujuannya adalah untuk mengubah Taycan Turbo GT yang sudah kuat menjadi mobil balap khusus.

Modifikasi fokus pada tiga bidang penting: aerodinamis, efisiensi powertrain, dan pengurangan bobot.

Dominasi Aerodinamis

Secara visual, mobil tersebut menyerupai mobil balap. Bagian depan dilengkapi splitter serat karbon yang dapat disesuaikan, canard, dan insang bergaya GT3 di spatbor. Profil samping mencakup ekstensi spatbor yang lebih lebar dan rok yang lebih dalam. Di bagian belakang, sayap yang lebih besar dan dapat disesuaikan secara manual serta diffuser yang lebih kotak menggantikan perlengkapan standar.

Peningkatan aerodinamisnya sangat besar:
* Downforce Multiplier: Kit ini menghasilkan lebih dari tiga kali downforce model standar.
* Pada kecepatan 200 km/jam (124 mph): Downforce meningkat dari 95 kg menjadi 310 kg.
* Pada Kecepatan Tertinggi (309 km/jam): Downforce mencapai 740 kg, memungkinkan peningkatan kecepatan tertinggi 5 km/jam dibandingkan model standar.

Penurunan Tenaga dan Berat Badan

Di bawah kap mesin, powertrain listrik telah disetel ulang untuk menghasilkan output yang lebih tinggi:
* Mode Standar: 804 hp (naik dari 777 hp).
* Mode Serangan: 978 hp (naik dari 938 hp).
* Kontrol Peluncuran: Output puncak tetap pada 1.019 hp, namun torsi meningkat sebesar 22 lb-ft menjadi 936 lb-ft.

Terlepas dari peningkatan ini, Taycan masih menghasilkan tenaga yang lebih kecil dibandingkan Xiaomi SU7 Ultra, yang menghasilkan 1.526 hp. Namun, strategi Porsche memprioritaskan penanganan dan cengkeraman dibandingkan kekerasan. Untuk mendukung hal tersebut, mobil ini dilengkapi fitur:
* Roda Lebih Ringan: Velg aluminium tempa 21 inci dengan cakram karbon aero di gandar belakang.
* Pengurangan Massa Tanpa Pegas: Baut titanium menghemat 6 pon (2,7 kg).
* Penyetelan Suspensi: Revisi suspensi Porsche Active Ride dan sistem kemudi empat roda.
* Pengereman: Disk depan 440 mm yang ditingkatkan dengan bantalan performa.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini menyoroti dinamika pergeseran di pasar kendaraan listrik. Sementara pabrikan Tiongkok seperti Xiaomi secara agresif mendorong tenaga kuda dan kapasitas baterai untuk memecahkan rekor, merek-merek mapan Eropa seperti Porsche menggandakan upayanya dalam penyempurnaan teknik, efisiensi aerodinamis, dan keandalan yang telah teruji.

Manthey Kit menunjukkan bahwa untuk kendaraan listrik berperforma tinggi, aerodinamis dan penyetelan sasis sama pentingnya dengan output motor. Dengan menambahkan downforce secara signifikan dan menyempurnakan penyaluran tenaga, Porsche telah menciptakan mobil yang menerjemahkan tenaga menjadi kecepatan secara lebih efektif di sirkuit yang menantang seperti Nürburgring.

Kesimpulan

Taycan Turbo GT yang disiapkan oleh Porsche Manthey telah berhasil mencopot Xiaomi SU7 Ultra sebagai EV produksi tercepat di Nürburgring. Dengan waktu putaran 6:55.553, Porsche membuktikan bahwa teknik canggih dan presisi aerodinamis tetap menjadi faktor penentu dalam balap listrik berperforma tinggi, merebut kembali gelar dari pesaingnya yang lebih baru dan bertenaga besar.