Hudson Essex tiba pada tahun 1919 dan langsung menjadi kekuatan dominan di pasar mobil terjangkau. Ini bukan hanya soal harga. Untuk pertama kalinya, kendaraan yang diproduksi secara massal menawarkan bodi tertutup dengan mesin empat silinder yang segar. Penjualan melonjak selama dua tahun. Kemudian tibalah tahun 1924. Hudson menukar empat unit yang dapat diandalkan dengan unit enam silinder yang tidak memiliki daya tahan. Masyarakat memperhatikan. Popularitas anjlok.
Pada tahun 1930, Hudson mencoba memperbaiki masalah tersebut. Mereka memperbesar mesin dan melakukan perbaikan, namun kerusakan pada reputasi ketangguhan merek telah terjadi. Jalur Essex sedang tenggelam. Kemudian Roy D. Chapin masuk kembali.
Chapin adalah salah satu pendiri Hudson. Dia telah pergi untuk bertugas di pemerintahan Hoover, tetapi begitu Hoover kalah dalam pemilihan, Chapin kembali ke Detroit dengan misi yang jelas: memperbaiki barisan Essex sebelum mati total.
Perombakan Powertrain 1932
Untuk model tahun 1932, Chapin tidak hanya mengubah Essex. Dia membuat poros strategis. Dia mengambil mesin enam silinder yang ada dan mengebornya dari 160 menjadi 193 inci kubik. Horsepower melonjak dari 58 menjadi 70. Pembangkit listrik ini awalnya tetap digunakan pada model Pacemaker dan Challenger, yang menggunakan wheelbase 113 inci yang tidak berubah sejak tahun 1930.
Namun, pada pertengahan tahun, Chapin melakukan tindakan yang berlawanan dengan intuisi. Dia mengambil 193-cid enam yang lebih kuat dan memasukkannya ke dalam sasis baru yang lebih pendek. Jarak sumbu roda menyusut menjadi 106 inci. Hasilnya adalah Terraplane.
Pemasarannya agresif. Iklan menjanjikan performa yang terasa seperti “aeroplaning” dan “hydroplaning”, yang berpuncak pada tagline: “hot diggety dog, that’s Terraplaning!”
Mengapa Terraplane Berhasil
Essex Terraplane tidak hanya meningkatkan penjualan; itu membalikkan nasib Hudson pada tahun 1932 dan 1933. Mobil ini hadir dalam tiga aspek: kecepatan, efisiensi, dan biaya.
Kecepatan tertinggi mencapai 80 mph. Penghematan bahan bakar mencapai 25 mpg. Harga awal berada pada $425 yang menarik.
Namun senjata rahasia sebenarnya adalah fleksibilitas. Pada tahun 1933, pembeli dapat memilih mesin 243,9-cid straight-eight yang menghasilkan 94 tenaga kuda. Opsi ini menambah prestise tanpa menghabiskan banyak uang.
Penggemar berbondong-bondong ke Terraplane. Ini mencetak lebih dari 100 rekor kecepatan mobil stok. Respon masyarakat sangat luar biasa. Hudson menyadari adanya pergeseran momentum. Setelah model tahun 1933, nama Essex dihentikan. Terraplane menjadi mereknya sendiri.
Warisan Merek yang Sudah Tidak Berfungsi
Kisah Terraplane menyoroti momen penting dalam sejarah otomotif. Hal ini menunjukkan bagaimana dinamika sasis dan penyetelan mesin dapat menghidupkan kembali merek yang sedang kesulitan. Hudson tidak hanya menjual mobil; mereka menjual kinerja pada titik harga yang penting.
Bagi mereka yang tertarik dengan konteks yang lebih luas dari merek-merek Amerika yang sudah tidak beroperasi ini, warisannya tidak hanya terbatas pada Hudson.
- AMC
- Duesenberg
- Tua























