Pasar mobil baru Australia mengalami penurunan pada Februari 2026, dengan penjualan keseluruhan turun 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini melanjutkan tren perlambatan permintaan, menyusul penurunan yang datar pada bulan Januari dan penurunan sebesar 7,9% pada bulan Februari 2025. Data yang dirilis oleh Kamar Industri Otomotif Federal (FCAI) menunjukkan pelemahan di sebagian besar negara bagian, kategori pembeli, dan jenis kendaraan.
Tinjauan Pasar: Awal Tahun yang Lambat
Total pengiriman mencapai 94.131 unit, dengan penurunan terjadi di Victoria dan sektor swasta, bisnis, dan pemerintah. Satu-satunya pengecualian adalah penjualan sewa, yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pembelian armada mengimbangi beberapa kelemahan pasar yang lebih luas. Industri ini sedang bergulat dengan hambatan perekonomian, termasuk kenaikan suku bunga dan tekanan biaya hidup, yang mungkin menghalangi konsumen untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak
Meskipun mengalami penurunan secara keseluruhan, penjualan kendaraan listrik (EV) terus meningkat, melonjak 95,9%. Tesla memimpin pertumbuhan ini dengan peningkatan pengiriman sebesar 105,7%. Lonjakan ini menyoroti meningkatnya permintaan konsumen terhadap kendaraan listrik, yang didorong oleh kepedulian terhadap lingkungan, insentif pemerintah, dan peningkatan teknologi baterai.
Merek Tiongkok Memperoleh Pangsa Pasar
Penjualan kendaraan yang diproduksi di Tiongkok meningkat tajam sebesar 50,5%, menjadikan Tiongkok sebagai sumber utama kendaraan baru di Australia untuk pertama kalinya. Ini mencakup mobil bermerek Tiongkok dan kendaraan yang dibuat di Tiongkok oleh produsen mobil internasional seperti Tesla dan Kia. Tren ini mencerminkan meningkatnya daya saing pabrikan Tiongkok dalam hal harga, fitur, dan teknologi.
Perjuangan Merek Tradisional
Merek-merek terkenal menunjukkan hasil yang beragam. Toyota, meski tetap menjadi pemimpin pasar, mengalami penurunan penjualan sebesar 27,8%. Penurunan ini secara signifikan dipengaruhi oleh anjloknya penjualan Toyota RAV4 sebesar 83,6% akibat peralihan model. Kendaraan Jepang secara keseluruhan merosot 31,3%, sementara mobil buatan Korea turun 2,9%. Penjualan hybrid juga menurun sebesar 9,6%, sebagian besar disebabkan oleh penurunan RAV4. Penjualan kendaraan berbahan bakar bensin turun 17,7%, sementara penjualan solar menunjukkan ketahanan yang lebih baik, hanya turun 1,6%.
Kinerja Merek Utama
- Toyota: Masih memimpin, namun turun 27,8% YoY.
- Mazda: Turun 19,9%, dengan CX-5 melawan tren.
- Ford: Naik 9,0%, didorong oleh penjualan Ranger dan Everest.
- BYD: Merek Tiongkok dengan peringkat teratas, naik 62,2%.
- Nissan: Mengalami penurunan terbesar sebesar 50,1%.
Model Teratas
Ford Ranger mempertahankan posisi teratas, diikuti oleh Toyota HiLux dan Tesla Model Y. Mazda CX-5 menjadi SUV mid-size non-listrik terlaris.
Sorotan Segmen
- SUV Kecil: Chery Tiggo 4 memimpin segmen ini, menunjukkan semakin populernya SUV Tiongkok dengan harga terjangkau.
- SUV medium: Tesla Model Y mendominasi, menegaskan kehadiran kuat EV dalam kategori ini.
- Utes: Ford Ranger dan Toyota HiLux tetap menjadi pilihan utama di segmen 4×4.
Kesimpulan
Pasar mobil baru Australia menghadapi tantangan, dengan penjualan keseluruhan menurun pada bulan Februari 2026. Namun, kendaraan listrik dan kendaraan buatan Tiongkok terus mendapatkan momentum, menandakan pergeseran preferensi konsumen dan dinamika industri. Masa depan pasar kemungkinan besar akan bergantung pada kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan kemampuan produsen mobil tradisional untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap.


























