SUV Mitsubishi Ketinggalan Tahun Mendorong Lonjakan Penjualan Tak Terduga

0
5

Penjualan Mitsubishi di AS menunjukkan tren yang mengejutkan: pembeli berbondong-bondong memilih Outlander Sport yang menua, bahkan ketika model yang lebih baru dan lebih mumpuni mengalami kesulitan. Lonjakan permintaan terhadap kendaraan yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 menyoroti betapa keterjangkauan dan pengenalan merek dapat mengalahkan fitur-fitur modern bagi sebagian konsumen.

Kebangkitan Olahraga Outlander

Pada kuartal pertama tahun 2024, Mitsubishi menjual 12,076 SUV Outlander Sport—peningkatan luar biasa sebesar 74,8% dari 6,910 unit yang terjual pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini menandai kuartal pembukaan terkuat model ini sejak tahun 2021, membalikkan penurunan stabil dari 15.356 (2021) menjadi 3.707 (Q1 2022), 4.613 (Q1 2023), dan 4.569 (Q1 2024). Outlander Sport kini mewakili hampir setengah (45%) total penjualan Mitsubishi di AS.

Meskipun desainnya berusia 16 tahun dengan hanya facelift untuk memperbaruinya, Outlander Sport mulai dari $24.995. Titik harga ini membuatnya kompetitif dengan alternatif yang lebih baru dan lebih baik secara obyektif seperti Hyundai Venue, Chevrolet Trax, Nissan Kicks, Kia Seltos, Hyundai Kona, dan Toyota Corolla Cross.

Eclipse Cross Mengikuti

Outlander Sport bukan satu-satunya yang menentang ekspektasi. Eclipse Cross, model lama lainnya, mengalami lonjakan penjualan sebesar 83,7%, naik dari 3.731 menjadi 6.852 unit. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen mungkin lebih memprioritaskan nilai dan keakraban dibandingkan teknologi mutakhir.

Perjuangan Model Modern

Meskipun model lama terus berkembang, permintaan terhadap produk Mitsubishi yang lebih baru justru menurun. Penjualan Outlander turun 43,5% (dari 11.992 menjadi 6.780 unit), dan Outlander Plug-In Hybrid turun 32.8% (dari 1.703 menjadi 1.144). Mirage yang dihentikan produksinya juga anjlok dari 7.301 unit menjadi hanya terjual 29 unit.

Penurunan Secara Keseluruhan Meskipun Niche Sukses

Meskipun Outlander Sport dan Eclipse Cross sukses secara tak terduga, keseluruhan penjualan Mitsubishi di AS menurun sebesar 15,0%, turun dari 31.637 menjadi 26.884 unit pada kuartal pertama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun model-model tertentu menarik perhatian pembeli, merek tersebut secara keseluruhan mengalami kemunduran.

Lonjakan Outlander Sport menunjukkan bahwa harga dan keakraban masih memegang pengaruh yang signifikan di pasar otomotif, bahkan ketika pilihan yang lebih baru dan lebih canggih bermunculan. Tren ini menimbulkan pertanyaan tentang prioritas konsumen dan apakah Mitsubishi dapat memanfaatkan kesuksesan ini untuk merevitalisasi jajaran produknya yang lebih luas.