Pergeseran Pasar Mobil Eropa: Kendaraan Listrik Melonjak seiring Penurunan Penjualan ICE

0
13

Lanskap otomotif Eropa sedang mengalami transformasi yang pesat, dengan penjualan kendaraan listrik (EV) meningkat tajam sementara permintaan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) tradisional menurun. Data terbaru menunjukkan penurunan penjualan mobil ICE sebesar 23% di seluruh Eropa dalam satu bulan, Februari 2024, karena kendaraan listrik mendapatkan daya tarik di tengah kenaikan harga minyak dan ketidakstabilan geopolitik. Tren ini menandakan potensi titik kritis dalam preferensi konsumen, meskipun registrasi mobil secara keseluruhan tetap positif.

Pertumbuhan EV Meningkat

Di seluruh Uni Eropa, Inggris, dan negara-negara EFTA, total registrasi mobil naik hanya 1,7% di bulan Februari menjadi 979,321 unit. Namun, EV kini mewakili hampir 19% (18,8%) pasar selama dua bulan pertama tahun ini, naik dari 15,2% pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini berarti terdapat 312,369 registrasi kendaraan listrik, didorong oleh pertumbuhan yang kuat di pasar-pasar utama seperti Perancis (+38.5%) dan Jerman (+26.3%).

Lonjakan ini tidak hanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar, namun juga meningkatnya ketersediaan model kendaraan listrik yang terjangkau dan insentif pemerintah yang berkelanjutan. Namun pertumbuhannya tidak merata. Belanda dan Belgia mengalami penurunan penjualan kendaraan listrik yang signifikan (masing-masing sebesar -34,9% dan -11%), yang menunjukkan bahwa kebijakan regional dan perilaku konsumen masih memainkan peran yang besar.

BYD Menantang Tesla untuk Kepemimpinan EV

Pendaftaran Tesla telah pulih kembali, naik 11,8% tahun-ke-tahun setelah periode penurunan, namun kini menghadapi persaingan yang lebih ketat dari pabrikan Tiongkok, BYD. Kedua merek saat ini memegang pangsa pasar 1,8%, namun penjualan BYD meningkat lebih dari dua kali lipat, menunjukkan bahwa mereka dengan cepat mendapatkan pijakan di segmen kendaraan listrik. Persaingan yang semakin meningkat ini dapat mempercepat inovasi dan semakin menurunkan harga.

Hibrida Tetap Populer, namun ICE Menghadapi Penurunan

Meskipun kendaraan listrik mendapatkan momentumnya, kendaraan hybrid tetap menjadi pilihan powertrain paling populer di Eropa, menguasai 38,7% pasar. Hal ini menempatkan mereka jauh di depan mobil bertenaga bensin, yang kini hanya mewakili 22,5% dari registrasi baru. Pada bulan Februari saja, gabungan kendaraan listrik, hibrida plug-in, dan hibrida menyumbang 67% pendaftaran, naik dari 58,5% pada tahun sebelumnya.

Penurunan jumlah kendaraan ICE sangat dramatis. Bulan Februari terjadi penurunan pendaftaran sebesar 23,3%, dan Prancis mengalami penurunan besar-besaran sebesar 48,5%. Jerman, Spanyol, dan Italia juga melaporkan penurunan yang signifikan (masing-masing -22.8%, -20.8%, dan -18.6%). Jika tren saat ini terus berlanjut, kendaraan listrik dapat menyalip mobil berbahan bakar bensin pada tahun depan, menandai perubahan bersejarah dalam industri otomotif.

Meningkatnya penurunan jumlah kendaraan ICE menunjukkan bahwa transisi ke mobilitas listrik tidak bisa dihindari namun juga terjadi lebih cepat dari perkiraan banyak orang. Pertumbuhan kendaraan hibrida yang berkelanjutan dapat menjadi jembatan, namun arah jangka panjangnya jelas mendukung elektrifikasi penuh.