Volvo memelopori tingkat keselamatan otomotif baru dengan meluncurkan Sabuk Pengaman Multi-adaptif, yang dilengkapi teknologi pertama di dunia yang dirancang untuk meminimalkan risiko cedera akibat sabuk pengaman saat terjadi kecelakaan. Meskipun sabuk pengaman terbukti dapat menyelamatkan nyawa, sistem yang ada saat ini terkadang dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang selangka jika tidak disesuaikan dengan tipe tubuh individu. Inovasi Volvo bertujuan untuk memecahkan masalah ini dengan mengoptimalkan pra-ketegangan sabuk pengaman secara dinamis berdasarkan ukuran dan berat penumpang.
Teknologi Adaptif Beraksi
Sabuk Pengaman Multi-adaptif pertama kali akan muncul pada model EX60 baru, sebelum diperluas ke generasi kendaraan masa depan Volvo. Sistem ini awalnya menggunakan sensor untuk memilih dari 11 profil yang telah ditentukan sebelumnya, memastikan kesesuaian yang lebih baik untuk berbagai penumpang. Akhir tahun ini, pembaruan perangkat lunak akan membuka pengaturan “tak terbatas”, sehingga memungkinkan penyesuaian yang lebih tepat.
Ini bukan hanya tentang kenyamanan; ini tentang pencegahan cedera. Standar keselamatan saat ini – seperti peringkat bintang lima Euro NCAP – sering kali menutupi fakta bahwa mobil yang “aman” pun masih dapat menimbulkan bahaya jika sabuk pengaman tidak dioptimalkan untuk penumpang. Volvo menekankan bahwa mereka melakukan lebih dari sekadar memenuhi standar minimum.
Cara Kerjanya
Sistem ini menggunakan kombinasi kamera internal dan sensor untuk menganalisis ukuran dan berat setiap penumpang sebelum terjadi kecelakaan. Data ini memuat sabuk pengaman terlebih dahulu, menyesuaikan ketegangan untuk meminimalkan risiko cedera. Sabuk dapat disesuaikan secara individual untuk setiap kursi.
Peluncuran & Batasan di Masa Mendatang
Sabuk Pengaman Multi-adaptif tidak dapat dipasang melalui pembaruan melalui udara. Fitur ini hanya akan tersedia pada generasi model Volvo yang benar-benar baru, dengan kemungkinan kandidat berikutnya adalah EX40 mendatang, yang diharapkan tersedia sekitar tahun 2027. Ini berarti pemilik model Volvo saat ini tidak akan dapat mengakses fitur tersebut tanpa melakukan upgrade ke kendaraan yang lebih baru.
Inovasi ini mewakili langkah maju yang signifikan dalam keselamatan pasif, yang menunjukkan komitmen Volvo untuk mengurangi tingkat keparahan cedera di luar persyaratan peraturan dasar. Peralihan ke fitur keselamatan yang dipersonalisasi kemungkinan akan menjadi standar dalam desain otomotif di masa depan, karena produsen mobil berupaya meminimalkan bahaya bahkan dalam tabrakan yang tidak dapat dihindari.
