Selama beberapa dekade, para penggemar mobil Jepang mendambakan model-model yang tidak tersedia di pasar AS—Nissan Silvia S15, Mitsubishi FTO, dan sekarang, versi Toyota Crown yang sebagian besar masih menjadi buah terlarang bagi pembeli di Amerika. Toyota memperkenalkan kembali Crown ke Amerika Utara pada tahun 2023, tetapi model yang kami terima jauh dari sedan mewah sejati yang diinginkan banyak orang.
Warisan Mahkota: Puncak Keunggulan Otomotif Jepang
Toyota Crown secara historis mewakili puncak teknologi dan kemewahan Toyota. Di luar Century yang ultra-eksklusif, Crown dirancang untuk menjadi penggerak roda belakang (RWD) dan berfokus untuk memberikan pengalaman premium—kualitas yang sama sekali tidak ada pada Crown yang dijual di pasar global, termasuk AS. Crown di pasar Jepang mulai dijual dengan harga sekitar $46.884, kira-kira setara dengan harga produk Crown di Amerika Utara, membuat perbedaan tersebut semakin membuat frustasi para penggemarnya.
Mahkota Global vs. Unggulan Eksklusif Jepang
Toyota telah mengglobalkan Crown generasi ke-13 menjadi empat versi berbeda. Namun, yang diinginkan oleh para penggemar Crown sejati adalah model andalan RWD eksklusif Jepang. Meskipun diekspor dalam jumlah terbatas ke Tiongkok, versi ini sebagian besar masih diproduksi di dalam negeri, sehingga pembeli di AS memiliki kendaraan yang sangat berbeda. Mahkota Amerika Utara, untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, menggunakan platform penggerak roda depan (FWD) (TNGA-K) dengan penggerak semua roda elektronik (AWD) standar.
Crown yang kami harapkan berbagi platform TNGA-L dengan Lexus LS dan LC, menghadirkan pengalaman kemewahan sejati. Model AS saat ini terkait erat dengan kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen (FCEV) Mirai, sementara Jepang menawarkan FCEV dan versi hibrida standar dari Crown andalan.
Sistem Hibrida Sempurna yang Disesuaikan dengan Performa
Crown hybrid Jepang dilengkapi sistem Multi-Stage Hybrid dari Toyota dan Lexus, yang memprioritaskan performa yang disempurnakan. Ini menggabungkan mesin empat silinder 2,5 liter (juga ditemukan di Camry dan RAV4) dengan tata letak RWD memanjang. Berbeda dengan sistem Hybrid Max turbocharged dan otomatis enam kecepatan pada North American Crown, model Jepang ini menggunakan otomatis empat kecepatan unik yang dipasangkan dengan CVT, yang menyimulasikan transmisi 10 kecepatan untuk penyaluran tenaga linier.
Multi-Stage Hybrid adalah sistem seri-paralel, tidak seperti pengaturan North American Crown. Hal ini menghasilkan respons throttle langsung dan pengalaman berkendara lebih mulus yang membedakannya dari Hybrid System (THS) standar Toyota.
Cara Berkendara: Pengalaman Seperti Lexus
Ulasan tentang RWD Crown mengonfirmasi bahwa kendaraan ini mirip dengan andalan Lexus. Meskipun menggunakan mesin empat silinder 2,5 liter dan bukan V-6 LS, sistem ini menghasilkan 245 tenaga kuda dan mencapai output penuh hanya pada 45 mph—peningkatan signifikan dibandingkan hibrida Crown sebelumnya.
Suspensi variabel adaptif memberikan pengendaraan yang luwes sekaligus kokoh di tikungan, menawarkan kombinasi keseimbangan antara kenyamanan dan pengendalian. Vektor torsi dengan pengereman semakin meningkatkan stabilitas dan kontrol, menjadikan Crown atletis dan menarik untuk dikendarai.
Mengapa Ini Penting: Kemakmuran Jepang Dipamerkan
Akio Toyoda memperkenalkan kembali Crown ke 40 pasar di seluruh dunia untuk menampilkan keunggulan otomotif Jepang. Crown mewakili kebanggaan dan kemakmuran Jepang, namun versi RWD yang sebenarnya masih belum dapat diakses oleh pembeli di AS. Desain fastback menghilangkan bentuk tiga kotak tradisional, mengadopsi siluet montok mirip Mirai, dengan desain depan Hammerhead mencolok yang menampilkan lampu depan LED terhubung dan gril lebar.
Interior Mahkota Jepang menonjolkan trim kayu dan logam asli, memperkuat status kemewahannya. Model Amerika Utara, meski ditingkatkan, hanya menawarkan sekilas pengalaman Crown yang autentik. Penumpang kursi belakang mendapatkan keuntungan dari power recline, pemanas, ventilasi, dan panel kontrol layar sentuh, menyaingi fitur Lexus LS.
Kurangnya RWD Crown di AS membuat para penggemar mendambakan kendaraan yang mewujudkan standar kemewahan dan performa tertinggi Toyota. Situasi ini menyoroti keterputusan antara strategi otomotif global dan regional, sehingga pembeli Amerika hanya memiliki versi yang lebih sederhana dari ikon legendaris Jepang tersebut.
