Jalan Raya Cerdas: Miliaran Dibelanjakan, Sedikit Nilai yang Terlihat

0
21

Data National Highways sendiri mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek “jalan tol pintar” gagal memberikan manfaat yang dijanjikan, sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas skema kontroversial ini. Tinjauan terbaru menunjukkan bahwa dari 16 proyek yang dinilai, hanya tiga yang berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi ekspektasi nilai manfaat uang yang dikeluarkan. Sisanya tidak mencukupi atau diperkirakan melebihi anggaran mereka, yang berarti pembayar pajak menanggung tagihan untuk jalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Janji dan Kenyataan

Jalan raya pintar diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan proyek pelebaran tradisional. Idenya sederhana: mengubah bahu jalan menjadi jalur tambahan dengan menggunakan gantri di atas kepala untuk mengatur kecepatan dan penutupan. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan tanpa mengeluarkan biaya besar untuk beton dan pembebasan lahan.

Namun kenyataannya masih jauh dari ideal. Meskipun National Highways menegaskan bahwa jalan-jalan ini adalah “secara keseluruhan…jalan teraman kami”, data menunjukkan cerita yang berbeda. AA menunjuk ke M3 antara persimpangan 2 dan 4a, di mana cedera fatal dan serius meningkat hampir sepertiganya setelah konversi jalan tol pintar. Lonjakan tabrakan serupa juga terlihat di rute lain, meskipun ada klaim keselamatan yang lebih baik.

Sampah yang Sangat Besar?

Edmund King, presiden AA, secara blak-blakan menyebut program jalan tol pintar sebagai “pembuangan waktu, uang, dan tenaga yang sangat besar.” Dalam banyak kasus, skema ini tidak hanya gagal meringankan kemacetan, namun juga membuat jalanan kurang aman. Kegagalan ini harus dibayar mahal: miliaran poundsterling dihabiskan untuk sistem yang diyakini banyak orang memiliki kelemahan mendasar.

Apa yang Terjadi Sekarang?

Pemerintahan sebelumnya di bawah Rishi Sunak menghentikan semua proyek jalan raya pintar baru pada tahun 2023, yang menandakan hilangnya kepercayaan terhadap sistem tersebut. Meskipun beberapa perbaikan telah dilakukan sejak saat itu, AA berpendapat bahwa solusi yang paling efektif adalah pelebaran jalan raya tradisional. Menjaga sikap tegas dan menambahkan teknologi keselamatan telah terbukti lebih andal dibandingkan pendekatan berjalan di semua jalur.

“Jalan raya yang telah diperlebar, jalan raya yang kokoh, dan penambahan teknologi keselamatan telah terbukti paling berhasil. Kami telah menyerukan standar ini sejak lama dan mendesak pemerintah mana pun yang berupaya memperbaiki jalan raya untuk menggunakan gaya ini sebagai cetak birunya.” — Edmund King, Presiden AA

Datanya jelas: sebagian besar eksperimen jalan tol pintar telah gagal. Fokusnya harus beralih ke metode perbaikan jalan tol yang sudah terbukti, dibandingkan terus menempuh jalur yang hanya memberikan sedikit manfaat dan, dalam beberapa kasus, justru meningkatkan bahaya.