Porsche Mendominasi Peringkat Nilai Jual Kembali Kendaraan Tiongkok pada tahun 2025

0
8

Porsche telah muncul sebagai pemimpin dalam nilai jual kembali kendaraan di Tiongkok pada tahun 2025, mempertahankan 67,34% dari harga aslinya setelah tiga tahun—menurut laporan bersama oleh China Automobile Dealers Association (CADA) dan Beijing Jingzhengu Information Technology. Sebaliknya, Infiniti mencatat nilai jual kembali terendah, yaitu hanya 37,69%, yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam kinerja merek di pasar otomotif Tiongkok.

Performa Merek di Seluruh Kategori

Laporan tersebut, yang mengukur nilai jual kembali merek-merek Tiongkok, perusahaan patungan, dan internasional (Jerman, Jepang, Korea, dan Amerika), mengungkapkan pola yang jelas dalam preferensi konsumen dan persepsi pasar. Merek-merek mewah Jerman secara konsisten mengungguli pesaingnya karena prestise mereka yang mapan dan persepsi kualitas yang lebih tinggi—Mercedes-Benz menempati posisi ketiga secara keseluruhan. Lexus memimpin di antara merek-merek Jepang dengan nilai jual kembali tiga tahun sebesar 60,22%, menjadikannya satu-satunya merek lain yang melampaui ambang batas 60% bersama Porsche.

Merek Dalam Negeri Menjanjikan, Namun Tantangan Masih Ada

Pabrikan Tiongkok semakin menguat, dengan GAC Trumpchi menduduki peringkat teratas dalam peringkat domestik dengan 56,82%, diikuti oleh merek Tank Great Wall Motor (56,32%). Namun, beberapa merek dalam negeri kesulitan dengan nilai jual kembali; Neta, misalnya, membukukan tingkat bunga sebesar 40,14%, sebagian disebabkan oleh ketidakstabilan keuangan di perusahaan induknya. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kesehatan finansial dan kinerja merek yang konsisten dalam mempertahankan nilai jual kembali yang kuat.

Usaha Patungan Menjaga Stabilitas

Produsen mobil joint-venture menunjukkan kinerja yang lebih stabil, dengan semua merek mempertahankan nilai jual kembali di atas 50%. Stabilitas ini menunjukkan bahwa kemitraan yang terjalin dan jaringan purna jual yang berkembang dengan baik berkontribusi terhadap retensi nilai jangka panjang yang lebih tinggi.

Tindakan Ekspansi dan Pemotongan Biaya Porsche

Meskipun memiliki kinerja penjualan kembali yang kuat, Porsche menghadapi hambatan di pasar Tiongkok, dengan mengirimkan 41.938 kendaraan pada tahun 2025. Produsen mobil tersebut berencana mengurangi biaya dengan menutup 30% dealernya di Tiongkok untuk fokus pada investasi penelitian dan pengembangan—sebuah langkah yang dapat berdampak pada penjualan di masa depan namun dimaksudkan untuk menjamin daya saing jangka panjang.

Perjuangan Infiniti

Buruknya nilai jual kembali Infiniti disebabkan oleh gangguan pada manufaktur dan layanan purna jual di Tiongkok. Hal ini menyoroti peran penting dukungan operasional yang konsisten dalam menjaga kepercayaan konsumen dan mendorong nilai jual kembali.

Pemeringkatan tersebut menunjukkan bahwa reputasi merek, stabilitas keuangan, dan dukungan purna jual merupakan pendorong utama nilai jual kembali kendaraan di Tiongkok, yang menunjukkan bahwa produsen mobil harus memprioritaskan bidang-bidang ini untuk mengamankan kesuksesan pasar jangka panjang.