Produsen kendaraan listrik (EV) Polestar telah menerima pinjaman $900 juta dari perusahaan induknya, Geely, tepat sebelum menutup fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) terakhirnya di Inggris. Langkah ini menyoroti tekanan finansial yang dihadapi merek tersebut meskipun penjualan meningkat.
Dukungan Finansial Geely
Geely, yang juga mengendalikan merek seperti Lotus, Lynk & Co, dan memegang saham mayoritas di Volvo, memberikan $900 juta sebagai pinjaman pemegang saham. Klasifikasi ini berarti tidak berkontribusi terhadap utang Polestar yang ada sebesar $8,25 miliar. Pinjaman ini dicairkan secara bertahap, dengan semester kedua bergantung pada likuiditas masa depan Polestar. Pendanaan bersyarat ini menggarisbawahi pengawasan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Penutupan Litbang Inggris dan Kehilangan Pekerjaan
Pada 19 Desember 2025, Polestar menutup pusat penelitian dan pengembangan terakhirnya di Inggris, mengakibatkan 130 orang kehilangan pekerjaan. Hal ini menyusul pengumuman sebelumnya pada tahun 2024 mengenai pengurangan tenaga kerja secara lebih luas sebanyak 450 posisi dari total staf global sebanyak 2.100 posisi. Perusahaan menyatakan penutupan tersebut karena selesainya pekerjaan teknik pada Polestar 5, dan peralihan ke arah penggunaan platform dan teknologi grup. Mengkonsolidasikan operasi penelitian dan pengembangan di Gothenburg, Swedia, dimaksudkan untuk menyederhanakan upaya pembangunan.
Perjuangan Finansial Meskipun Penjualan Bertumbuh
Polestar melaporkan kerugian $548 juta pada kuartal ketiga tahun 2025 (Juli–September), menambah kerugian sebelumnya sebesar $1,55 miliar pada kuartal sebelumnya. Meskipun terjadi peningkatan sebesar 36% dalam pengiriman year-to-date (dari 32.595 menjadi 44.482 kendaraan), profitabilitas perusahaan masih berada di bawah tekanan. Kerugian ini diperparah dengan tarif impor di AS, perubahan peraturan emisi, dan penghapusan insentif utama kendaraan listrik.
Tantangan Pasar dan Perubahan Insentif
Kredit pajak kendaraan listrik federal AS ($7.500) dan insentif kendaraan listrik bekas ($4.000) dihentikan pada bulan September 2025, sehingga semakin membebani potensi penjualan Polestar. Di Australia, pemerintah juga sedang meninjau pengecualian Pajak Tunjangan Pinggiran untuk kendaraan hemat bahan bakar, yang dapat berdampak pada adopsi kendaraan listrik di masa depan. Meskipun terdapat hambatan, Polestar Australia telah mengalami peningkatan penjualan sebesar 42% sepanjang bulan November, mencapai 2,188 kendaraan dibandingkan dengan 1,536 pada periode yang sama tahun lalu.
Saluran Produk Masa Depan
Polestar berencana meluncurkan Polestar 3 versi 800 volt pada tahun 2026 dan memperkenalkan Polestar 5 yang menyaingi Porsche Taycan di showroom Australia. Polestar 5 dikembangkan di fasilitas penelitian dan pengembangan Inggris yang sekarang ditutup.
Keberlangsungan hidup Polestar bergantung pada kemampuannya untuk menavigasi tantangan keuangan yang sedang berlangsung dan beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar. Mendapatkan dukungan keuangan Geely adalah solusi jangka pendek, namun profitabilitas jangka panjang akan bergantung pada penyederhanaan operasi dan respons efektif terhadap perubahan peraturan dan permintaan konsumen.




















