Dacia memanfaatkan momentum yang kuat—setelah baru-baru ini meraih kemenangan di reli Dakar 2026 dan menjual hampir 700,000 mobil tahun lalu—tetapi menyadari perlunya daya tarik yang lebih besar di pasar Inggris. Merek ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik (EV) secara signifikan melalui serangkaian peluncuran, termasuk Spring EV yang diperbarui, tiga model hybrid baru, dan sebuah mobil estate baru yang melengkapi SUV Bigster yang sudah ada.
Merevitalisasi Musim Semi: Peningkatan Jangka Pendek
Dacia akan merilis Spring EV yang diperbarui pada bulan Maret, dengan harga mulai £12,240 dengan diskon yang didanai merek £3,750. Langkah ini tampaknya berlawanan dengan intuisi mengingat model penerus yang akan datang, namun Dacia menyebutkan perlunya mempertahankan nilai mobil bekas, memenuhi target emisi, dan menjembatani kesenjangan sambil meningkatkan produksi kendaraan listrik generasi berikutnya.
Spring yang direvisi akan menampilkan baterai lithium iron phosphate yang lebih kaku, suspensi yang lebih baik, pengisian DC yang lebih cepat (sekarang hingga 40kW), dan opsi mesin yang lebih bertenaga (69 atau 99bhp).
EV Musim Semi Generasi Berikutnya: Di bawah €18.000
Spring EV yang didesain ulang sepenuhnya dijadwalkan untuk dirilis pada akhir musim semi, dengan target harga di bawah €18.000 (sekitar £15.000). Produksi akan dilakukan di Eropa bersamaan dengan Renault Twingo, sehingga Dacia dapat memperoleh manfaat dari “kredit super” dalam hal kepatuhan emisi dan menghindari tarif pada kendaraan listrik buatan Tiongkok.
Model baru ini akan lebih lebar dari pendahulunya, sehingga meningkatkan ruang interior dan stabilitas. Jangkauan diperkirakan melebihi 124 mil, berpotensi melampaui 150 mil dengan baterai 27,5kWh yang digunakan bersama dengan Twingo. Perluasan penawaran kendaraan listrik ini akan memungkinkan Dacia memenuhi mandat ZEV dan menghindari penalti karena tidak mencapai target emisi.
Sandero Hybrid: Elektrifikasi Best Seller Dacia
Sandero, mobil ritel top Eropa pada tahun 2025, akan menerima varian hybrid pada akhir tahun 2026. Penundaan ini bersifat strategis, karena Dacia menunggu permintaan hybrid matang. Sandero Hybrid akan menggunakan sistem Hybrid 155, yang menyediakan penggerak listrik untuk setidaknya 60% perjalanan perkotaan.
Penjualan hybrid di seluruh jajaran Dacia meningkat dua kali lipat pada tahun 2025, dengan Jogger, Bigster, dan Duster memimpin. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat konsumen terhadap opsi listrik.
Berekspansi Melampaui SUV: Model Estate Baru
Dacia akan memperkenalkan mobil estate—yang secara internal diberi nama “C-Neo”—untuk melengkapi penawaran SUV dan MPV yang sudah ada. Model ini berbagi platform dan mesin dengan Bigster, namun menjanjikan siluet yang lebih dinamis dibandingkan station wagon tradisional. Dacia bertujuan untuk memperluas basis pelanggannya dengan desain yang tidak konvensional ini.
Model Hybrid 4×4: Menaklukkan Eropa Utara
Dacia juga akan merilis Duster dan Bigster versi 4×4 hybrid di musim gugur. Model ini menggabungkan sistem Hybrid 155 dengan poros belakang elektrik, menawarkan kemampuan penggerak semua roda dan pengurangan emisi CO2 dibandingkan sistem mekanis 4×4 tradisional. Hal ini dimaksudkan untuk menarik pasar yang mengutamakan penggerak semua roda, khususnya di Eropa Utara.
Rencana ekspansi agresif Dacia dirancang untuk memperkuat posisinya sebagai merek ritel terkemuka di Eropa. Kombinasi kendaraan listrik yang terjangkau, pilihan hibrida, dan jajaran produk yang terdiversifikasi akan memungkinkan merek tersebut memenuhi standar emisi yang ketat, menjaring segmen pelanggan baru, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.


























