Geely, produsen otomotif besar Tiongkok, siap memulai pengujian kendaraan dengan paket baterai solid-state yang dikembangkan sendiri pada tahun 2026. Hal ini menandai langkah maju yang signifikan dari penelitian laboratorium hingga penerapan praktis, yang menegaskan garis waktu yang jelas untuk integrasi dan validasi.
Pengembangan Baterai Solid-State: Bidang yang Berkembang Pesat
Langkah ini menempatkan Geely di antara semakin banyak produsen mobil Tiongkok yang mendorong teknologi baterai solid-state ke dalam produksinya. Tidak seperti baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair yang mudah terbakar, baterai solid-state menggunakan elektrolit padat yang tidak mudah terbakar, sehingga menjanjikan keamanan yang lebih baik dan potensi kepadatan energi yang lebih tinggi. Pergeseran ini didorong oleh prioritas industri nasional di Tiongkok, dimana pemerintah secara aktif mendukung inovasi baterai kendaraan listrik generasi berikutnya.
Strategi Geely: Konsolidasi dan Integrasi
Dorongan Geely terhadap baterai solid-state mengikuti periode restrukturisasi internal. Pada tahun 2025, perusahaan mengkonsolidasikan berbagai inisiatif baterai di bawah Zhejiang Jiyao Tongxing Energy Technology, yang menyederhanakan produksi sel dan pengembangan keselamatan. Langkah ini melengkapi produksi baterai lithium iron phosphate (LFP) Aegis Short Blade yang sudah ada, yang berfungsi sebagai landasan bagi teknologi yang lebih maju. Perusahaan juga telah berinvestasi pada fasilitas pengujian keselamatan, termasuk lokasi khusus di Ningbo, untuk memastikan standar validasi yang ketat.
Kemajuan dan Persaingan Teknologi
Unit penelitian Geely dilaporkan telah mencapai kepadatan energi sekitar 400 Wh/kg dalam sel eksperimental, mengeksplorasi kimia elektrolit berbasis sulfida dan oksida. Namun, mereka tidak sendirian dalam upaya ini. Pesaing seperti Dongfeng, SAIC, dan Chery juga secara agresif mengembangkan baterai solid-state dengan jangka waktu yang sama. Dongfeng menargetkan produksi massal pada tahun 2027, sementara mitra SAIC, Qingtao Energy, merencanakan pengiriman prototipe pada tahun yang sama.
Gambaran Lebih Besar: Ambisi EV Tiongkok
Dorongan terkoordinasi menuju baterai solid-state di Tiongkok bukanlah suatu kebetulan. Pedoman pemerintah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun penting untuk mempercepat inovasi dalam teknologi kendaraan listrik strategis. Ini tidak hanya mencakup kemajuan baterai tetapi juga sistem penggerak otonom. Fokusnya adalah mengamankan kepemimpinan di masa depan kendaraan listrik.
Artinya: Perlombaan Menuju Komersialisasi
Target Geely pada tahun 2026 untuk pengujian kendaraan menempatkannya sebagai yang terdepan dalam balapan yang sangat kompetitif. Meskipun rincian tentang platform kendaraan tertentu masih dirahasiakan, pengumuman tersebut menegaskan bahwa perusahaan tersebut bergerak melampaui pengembangan teoritis dan menuju validasi nyata. Hal ini penting karena peningkatan produksi baterai solid-state terbukti menantang, dengan permasalahan seperti biaya material dan kompleksitas produksi yang masih menjadi kendala.
Kemajuan pesat di Tiongkok menyoroti pentingnya mengatasi hambatan-hambatan ini dan menghadirkan teknologi baterai generasi berikutnya. Keberhasilan inisiatif ini akan berdampak luas pada pasar kendaraan listrik global.
