Misinformasi EV Menghambat Transisi ke Kendaraan Listrik

0
13

Kesalahpahaman yang meluas tentang kendaraan listrik (EV) secara aktif memperlambat penerapannya, menurut penelitian baru. Sebuah survei baru-baru ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pengemudi masih mendapatkan informasi yang salah tentang aspek-aspek utama kendaraan listrik, sehingga menyebabkan keragu-raguan untuk beralih dari mobil berbahan bakar bensin atau diesel.

Temuan Penting dari Survei

Studi yang dilakukan oleh Unit Intelijen Energi dan Iklim (ECIU) dan dilakukan oleh YouGov ini menilai pengetahuan 1.002 pengemudi non-EV. Hasilnya luar biasa: lebih dari separuh responden mendapat nilai dua atau kurang dari sepuluh pada kuis tentang kendaraan listrik. Hanya lima persen yang mencapai skor delapan atau lebih tinggi.

Salah satu mitos yang paling umum adalah keyakinan bahwa kendaraan listrik lebih rentan terbakar dibandingkan mobil bermesin pembakaran tradisional. Survei tersebut menemukan bahwa hampir separuh peserta salah mempercayai hal ini, sementara kurang dari seperempatnya mengakui hal tersebut salah.

Dampak dari kesalahan informasi ini sangat nyata: mereka yang memiliki pengetahuan paling tidak akurat memiliki kemungkinan tujuh belas kali lebih kecil untuk mempertimbangkan kendaraan listrik untuk kendaraan mereka berikutnya. Sebaliknya, pengemudi yang berpengetahuan luas mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar untuk melakukan peralihan.

Masalahnya Semakin Buruk

ECIU melakukan penelitian serupa pada tahun 2024, dan hasil terbaru menunjukkan bahwa misinformasi tidak hanya terus terjadi tetapi meningkat di area tertentu. Persentase pengemudi non-EV yang percaya bahwa kendaraan listrik lebih mungkin terbakar telah meningkat dari 41% pada tahun 2024 menjadi 46% dalam penelitian ini.

Colin Walker, kepala transportasi di ECIU, menyatakan bahwa “aliran informasi yang salah terus-menerus mengganggu pengetahuan pengemudi non-EV tentang kendaraan listrik”. Ia mencatat bahwa dua pertiga responden tidak menyadari bahwa kendaraan listrik umumnya lebih murah untuk dimiliki dan dioperasikan dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, yang merupakan hambatan utama dalam penerapannya.

Dibutuhkan Respons Pemerintah dan Industri

Masalah ini sebelumnya telah disorot oleh anggota parlemen. Laporan House of Lords pada tahun 2024 memperingatkan bahwa misinformasi merupakan hambatan besar bagi penerapan kendaraan listrik, dan mengkritik Pemerintahan Konservatif saat itu karena kurangnya urgensi dalam mengatasinya.

Anggota parlemen dari Partai Buruh Perran Moon, ketua All Party Parliamentary Group on EVs, menyerukan upaya terkoordinasi dari pemerintah, industri otomotif, dan media untuk menghilangkan mitos-mitos ini. Tujuannya adalah memastikan pengemudi memiliki informasi yang akurat saat mengambil keputusan pembelian.

Meskipun beberapa model kendaraan listrik baru, seperti Skoda Elroq dan Ford Puma Gen-E, menawarkan biaya pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan dengan alternatif berbahan bakar bensin, kebingungan seputar biaya kepemilikan masih menjadi kendala yang signifikan.

Pada akhirnya, koreksi informasi yang salah sangat penting untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik. Tanpa pemahaman masyarakat yang akurat, peralihan dari bahan bakar fosil akan terus terhambat oleh kesalahpahaman yang sebenarnya dapat dicegah.