Changan Deepal Memajukan Teknologi Hidrogen dengan Komersialisasi Sel Bahan Bakar Baru

0
20

Merek Deepal dari Changan telah secara resmi mengkomersialkan sistem sel bahan bakar hidrogen generasi pertamanya, yang menandakan langkah strategis untuk memperluas batasan mobilitas tanpa emisi. Menurut Yu Cheng, General Manager Pengembangan Produk Global Deepal, sistem baru ini telah mengungguli tolok ukur industri lebih dari 10% di beberapa indikator kinerja utama.

Pencapaian ini bukan sekadar pencapaian teknis namun merupakan langkah langka dalam membawa teknologi hidrogen ke pasar penumpang konsumen.

Menembus Segmen Penumpang

Meskipun teknologi hidrogen biasanya hanya digunakan pada armada komersial tugas berat—seperti truk dan bus—Deepal kini beralih ke kendaraan penumpang. Sistem generasi pertama sudah terintegrasi ke dalam Deepal SL03 versi bertenaga hidrogen.

Langkah ini membedakan Changan dari banyak pesaingnya, yang sebagian besar membatasi eksperimen hidrogen mereka pada bidang logistik dan transportasi umum. Dengan menerapkan teknologi sel bahan bakar pada mobil penumpang, Changan menguji kelayakan alternatif pengisian bahan bakar cepat dan jarak jauh dibandingkan kendaraan listrik baterai (BEV) standar.

Jalan Menuju Keterjangkauan: Pembangunan Generasi Kedua

Meskipun varian SL03 sukses secara teknis, industri ini menghadapi rintangan besar: biaya. Kendaraan sel bahan bakar hidrogen (FCEV) tetap jauh lebih mahal untuk diproduksi dan dioperasikan dibandingkan kendaraan bertenaga baterai.

Untuk mengatasi hal ini, Changan saat ini sedang mengembangkan sistem sel bahan bakar generasi kedua dengan dua tujuan utama:
Meningkatkan efisiensi: Meningkatkan proses konversi energi tumpukan sel bahan bakar.
Mengurangi biaya: Menargetkan tumpukan sel bahan bakar itu sendiri dan sistem penyimpanan hidrogen, yang saat ini mewakili sebagian besar biaya total kendaraan.

Peta Jalan Strategis Menuju 2027

Changan telah menetapkan garis waktu yang jelas untuk ambisi hidrogennya, yang bertujuan untuk meluncurkan kendaraan penumpang hidrogen generasi berikutnya pada 2027.

Peluncuran ini bertepatan dengan beberapa tren industri yang lebih luas di Tiongkok:
1. Lokalisasi: Sekitar 70% komponen inti sel bahan bakar kini dilokalkan di Tiongkok, sehingga akan membantu menurunkan harga.
2. Penskalaan: Armada kendaraan sel bahan bakar nasional telah mencapai sekitar 30.000 unit, sehingga memberikan landasan yang berkembang bagi teknologi ini.
3. Infrastruktur: Industri ini beralih dari program percontohan eksperimental menuju penerapan yang lebih dapat diprediksi dan terukur.

Konteks: Hidrogen vs. Baterai Listrik

Penting untuk dicatat bahwa Changan tidak berupaya mengganti kendaraan listrik baterai (BEV). Sebaliknya, hidrogen sedang dikembangkan sebagai jalur teknologi paralel.

Meskipun BEV mendominasi pasar konsumen karena infrastruktur pengisian daya yang mapan dan biaya yang lebih rendah, hidrogen menawarkan keunggulan unik untuk kasus penggunaan tertentu, seperti jarak berkendara yang lebih jauh dan waktu pengisian bahan bakar yang lebih cepat. Pemain besar lainnya, seperti Geely, juga menjajaki strategi “multi-jalur” serupa, menawarkan opsi hidrogen selain sistem hibrida dan listrik.

Keberhasilan hidrogen di pasar penumpang pada akhirnya akan bergantung pada apakah Changan dan perusahaan sejenisnya dapat menurunkan biaya untuk bersaing dengan kemajuan pesat dalam teknologi baterai.

Kesimpulan

Changan Deepal memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam ceruk pasar penumpang hidrogen yang memiliki potensi tinggi. Dengan berfokus pada pengurangan biaya dan efisiensi pada model 2027 mendatang, perusahaan bertujuan untuk mengubah hidrogen dari peralatan armada komersial menjadi alternatif konsumen yang layak.