Produsen Mobil Mempertimbangkan Kembali Desain Semua Layar karena Pelanggan Menuntut Kontrol Fisik

0
11
Produsen Mobil Mempertimbangkan Kembali Desain Semua Layar karena Pelanggan Menuntut Kontrol Fisik

Industri otomotif kembali beralih ke tombol fisik dan dial saat pengemudi beralih ke interior yang banyak menggunakan layar sentuh. BMW Group, termasuk Mini, menyeimbangkan tampilan digital dengan kontrol sentuhan, menyadari bahwa ketergantungan yang berlebihan pada layar mengurangi pengalaman berkendara dan identitas merek.

Reaksi Terhadap Layar Sentuh

Produsen mobil pada awalnya menggunakan layar sentuh sentral yang besar menyusul popularitas ponsel pintar seperti iPhone. Idenya adalah untuk menarik pembeli muda yang paham teknologi. Namun, pelanggan dengan cepat menjadi frustrasi dengan gangguan dan ketidaknyamanan dalam mengendalikan fungsi dasar melalui menu, bukan melalui tombol fisik. Audi, Hyundai, dan Volkswagen telah merespons dengan memperkenalkan kembali kontrol taktil setelah menghadapi kritik.

Pendekatan Mini: Perpaduan Digital dan Analog

Kepala desain Mini yang baru, Holger Hampf, menekankan pentingnya menemukan keseimbangan yang tepat. Menurut Hampf, “Jika Anda menggunakan terlalu digital, Anda kehilangan koneksi atau karakter merek tersebut.” Merek ini bermaksud untuk mempertahankan layar sentuh OLED bulat (9,4 inci) khasnya sekaligus memastikan fungsi-fungsi utama tetap dapat diakses melalui kontrol fisik.

“Sangatlah penting untuk menemukan keseimbangan yang baik antara digitalitas dan pengalaman analog.”

Mengapa Ini Penting

Pergeseran ini menunjukkan semakin besarnya kesadaran bahwa keramahan dan keselamatan pengguna lebih penting daripada mengikuti tren teknologi terkini. Ketergantungan berlebihan pada layar sentuh memaksa pengemudi untuk mengalihkan pandangan dari jalan lebih lama, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, kontrol taktil memberikan cara yang lebih intuitif dan langsung untuk mengoperasikan fungsi penting kendaraan seperti kontrol iklim dan volume audio.

Masa Depan Antarmuka Otomotif

Mini berencana untuk menyempurnakan antarmuka digitalnya sambil merayakan desain unik dari layar tengahnya yang bulat. Perusahaan percaya bahwa ukuran layar saat ini sudah ideal, dan perbaikan di masa depan akan fokus pada memadukan interaksi digital dengan umpan balik fisik. Pendekatan hybrid ini kemungkinan akan menjadi lebih umum karena produsen lain menyadari bahwa keseimbangan antara teknologi dan kegunaan sangat penting untuk kepuasan pelanggan.

Kesimpulannya, industri otomotif merespons kebutuhan berkendara di dunia nyata. Kembalinya kontrol sentuhan bukan hanya soal preferensi; ini tentang membuat kendaraan lebih aman, lebih intuitif, dan lebih menyenangkan untuk dikendarai.