Setelah hampir 40 tahun menjadi nama terkemuka dalam performa aftermarket BMW, AC Schnitzer akan berhenti beroperasi pada akhir tahun 2026. Keputusan tersebut, yang diumumkan oleh perusahaan induknya Kohl Group, menandai berakhirnya era perusahaan tuning yang terkenal dengan body kitnya yang khas, sejarah balap, dan peningkatan performa tinggi.
Tekanan Ekonomi dan Kendala Regulasi
Kohl Group menyebut “ketidakberlangsungan ekonomi” sebagai alasan utama penutupan tersebut. Menurut Managing Director Rainer Vogel, kenaikan biaya produksi dan proses persetujuan suku cadang kendaraan di Jerman yang terkenal lambat telah menempatkan AC Schnitzer pada posisi yang sangat dirugikan dibandingkan pesaingnya di luar negeri. Beban peraturan ini, ditambah dengan meningkatnya biaya, telah membuat kelanjutan operasional menjadi tidak berkelanjutan.
Pergeseran Lanskap Otomotif dan Menurunnya Permintaan
Penurunan AC Schnitzer juga terkait dengan tren yang lebih luas di industri otomotif. Peralihan ke kendaraan listrik (EV) mengurangi peluang penyetelan tradisional, karena EV menghadirkan tantangan modifikasi yang berbeda dibandingkan mesin pembakaran internal. Perusahaan mengakui bahwa mereka gagal menarik pelanggan muda dengan antusiasme yang sama seperti generasi sebelumnya, yang menandakan adanya pergeseran generasi dalam preferensi otomotif.
Tarif AS dan Kondisi Pasar
Tantangan tambahannya termasuk tarif di pasar Amerika yang penting, yang semakin membebani profitabilitas. Kohl Group menyatakan bahwa perubahan perilaku konsumen—khususnya, berkurangnya permintaan akan penyetelan berbasis ICE berperforma tinggi—telah memperburuk situasi.
Warisan dan Prospek Masa Depan
Sejarah AC Schnitzer mencakup partisipasi motorsport yang sukses dalam mobil touring dan balap reli, serta dukungan aftermarket untuk kendaraan seperti Toyota Supra (platform bersama dengan BMW Z4). Meski divisi balapnya selesai beroperasi pada tahun 2021, merek tersebut tetap terkenal di kalangan pecinta BMW.
Grup Kohl kini sedang mencari pembeli potensial untuk merek AC Schnitzer. Pelanggan lama dijamin akan mendapatkan garansi berkelanjutan dan dukungan purna jual setelah tahun 2026.
Penutupan AC Schnitzer mencerminkan tekanan yang lebih luas yang dihadapi para tuner otomotif tradisional di tengah perubahan industri, peraturan yang lebih ketat, dan pergeseran preferensi konsumen. Masa depan penyesuaian pasar purnajual mungkin bergantung pada adaptasi terhadap teknologi baru dan menemukan cara untuk melibatkan audiens yang lebih muda.
